Wirausaha Hadapi Enam Tantangan

ADA enam masalah yang menjadi tantangan pengembangan wirausaha di Indonesia. “Penegakan hukum, kondisi makro ekonomi, masalah infrastruktur, regulasi dan aturan, layanan finansial dan tenaga kerja yang terampil,” kata Wakil Presiden (Wapres) Boediono saat membuka Global Entrepreneurship Week di Jakarta, Senin (12/11)
Bila dijabarkan enam tantangan tersebut, kata Boediono pertama, penegakkan hukum yang merupakan masalah bersama, namun tetap mempunyai dampak terhadap pengembangan usaha pemula maupun usaha kecil,dan menengah.
“Ini merupakan masalah fundamental karena wirausahawan mustahil bisa mengembangkan usaha di suatu daerah yang masih terganggu keamanannya,” katanya.
Kedua, kondisi makroekonomi. Wirausahawan membutuhkan kesetabilan ekonomi untuk menjamin kelancaran bisnisnya. Pemerintah tetap mengambil sikap konservatif fiskal yang prudence karena merupakan opsi terbaik dalam kondisi ekonomi global yang serba tidak pasti.

Jamkrida Tingkatkan Tata Kelola Perusahaan

Manajemen Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrida) mendorong penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) untuk meningkatkan kinerja. Perusahaan penjaminan pelat merah ini telah membentuk tim pemantau penerapan GCG sejak 1 Januari 2013 lalu.

Tim internal ini bertugas memantau dan mengevaluasi pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik. Tidah hanya itu, Jamkrida juga menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk bersama-sama mengembangkan dan menerapkan CGC di perusahaan, serta manajemen korporasi.

Hadir pula jajaran komisaris, direksi, dan dewan pengawas Jamkrida. Direktur utama Jamkrid, Bapak HM. Syahrul Davi mengatakan, kerja sama dengan BPKP untuk lebih meningkatkan keyakinan manajemen dalam menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Sehingga kinerja perusahaan lebih meningkat dan dapat mencapai target-target yang telah ditetapkan.